Pembelajaran berdiferensiasi adalah pendekatan yang mengakomodasi perbedaan individu dalam proses belajar mengajar. Dalam pembelajaran berdiferensiasi, guru memahami kebutuhan dan minat siswa serta menyediakan pengalaman belajar yang sesuai.
A. Pengertian pembelajaran
berdiferensiasi
Pembelajaran
berdiferensiasi adalah metode mengajar yang memperhatikan perbedaan
karakteristik dan kemampuan siswa. Dengan mengidentifikasi kekuatan dan
kelemahan setiap siswa, guru dapat mengadaptasi materi dan strategi
pembelajaran untuk memenuhi kebutuhan individu mereka.
Berikut
definisi dan pengertian pembelajaran berdiferensiasi dari beberapa sumber buku
dan referensi:
- Menurut Herwena (2021), pembelajaran
berdiferensiasi adalah usaha utuk menyesuaikan proses pembelajaran di
kelas guna memenuhi kebutuhan belajar setiap individu.
- Menurut Marlina (2019), pembelajaran
berdiferensiasi adalah penyesuaian terhadap minat, preferensi belajar,
kesiapan siswa agar tercapai peningkatan hasil belajar. Pada pembelajaran
beriferensiasi guru harus menggunakan berbagai metode saat mempelajari
suatu pelajaran.
- Menurut Kamal (2021), pembelajaran
berdiferensiasi adalah pembelajaran yang mengakomodasi kebutuhan setiap
individu untuk memperoleh pengalaman belajar dan penguasaan terhadap
konsep yang dipelajari.
- Menurut Kristiani, dkk (2021),
pembelajaran berdiferensiasi adalah proses belajar mengajar dimana siswa
dapat mempelajari materi pelajaran sesuai dengan kemampuan, apa yang
disukai dan kebutuhannya masing-masing sehingga mereka tidak frustasi dan
merasa gagal dalam pengalaman belajarnya.
- Menurut Marlina (2019), pembelajaran
berdiferensiasi adalah pembelajaran yang mengakomodir, melayani, dan
mengakui keberagaman peserta didik dalam belajar sesuai dengan kesiapan,
minat dan preferensi belajar peserta didik. Kepedulian pada peserta didik
dalam memperhatikan kekuatan dan kebutuhan peserta didik menjadi fokus
perhatian dalam pembelajaran berdiferensiasi.
B. Manfaat pembelajaran berdiferensiasi
- Meningkatkan motivasi belajar
siswa
- Mendorong partisipasi aktif dalam
kelas
- Membantu siswa yang kurang mampu
untuk mengejar ketertinggalan
- Meningkatkan prestasi akademik
dan pemahaman konsep
C. Strategi dalam pembelajaran
berdiferensiasi
Pembelajaran berdiferensiasi
adalah proses pembelajaran yang memperhatikan kegiatan pembelajaran agar dapat
mengakomodasi peserta didik sesuai dengan kebutuhan dan profil belajar-nya.
Menurut Bayumi, dkk (2021), terdapat tiga strategi yang dilakukan dalam
pelaksanaan pembelajaran berdiferensiasi, yaitu:
ü Diferensiasi Konten
Isi atau
konten, mencangkup tentang kurikulum dan materi pembelajaran yang dipelajari
peserta didik. Dalam aspek ini pendidik melakukan perubahan kurikulum dan
materi pembelajaran yang mendasar pada model pembelajaran. Isi kurikulum akan
disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan peserta didik. Melakukan perubahan
kurikulum tidak semua peserta didik dapat mengerti, melainkan dengan
penyesuaian yang tepat peserta didik dapat beradaptasi dengan materi dan gaya
belajar.
ü
Diferensiasi
Proses
Diferensiasi
proses menekankan pada pendidik terkait dengan pemahaman proses belajar peserta
didik secara berkelompok atau mandiri. Dalam aspek ini berhubungan dengan cara
peserta didik memproses ide dan informasi, bagaimana peserta didik berinteraksi
melalui proses. Peserta didik memproses ide dan informasi melalui aktivitas
belajar, kegiatan belajar, dan kegiatan pengelompokan.
ü
Diferensiasi
Produk
Produk
merupakan hasil akhir dalam pembelajaran dengan menunjukkan kemampuan peserta
didik melalui pengetahuan, keterampilan, dan pemahaman dalam menyelesaikan
pembelajaran. Dalam aspek ini pendidik mengevaluasi materi dan memberikan
materi pada peserta didik sesuai dengan gaya belajar yang menentukan hasil
belajar.
ü
Lingkungan
Belajar
Lingkungan
belajar ini harus disesuaikan dengan kesiapan peserta didik untuk belajar,
minat, dan profil belajar dalam meningkatkan motivasi belajar. Dalam aspek ini
pendidik harus menciptakan suasana dan lingkungan belajar yang menyenangkan
bagi peserta didik.
D. Prinsip-prinsip Pembelajaran
Berdiferensiasi
Menurut Bayumi, dkk (2021),
prinsip-prinsip pembelajaran berdiferensiasi adalah sebagai berikut:
- Asesmen yang berkesinambungan dalam
pembelajaran. Guru secara terus menerus mengumpulkan informasi tentang
bagaimana siswa belajar sehingga dapat menyusun rencana pembelajaran yang
sesuai dengan kebutuhan siswa.
- Guru menjamin proses pembelajaran
yang mengakui keberadaan semua siswa. Siswa dibelajarkan berdasarkan
kesamaan minat, merangkul semua siswa. Guru memandang tugas siswa berharga
dan bermanfaat.
- Pengelompokan siswa secara
fleksibel. Guru merancang pembelajaran yang memungkinkan semua siswa
bekerja sama dengan berbagai teman sebaya pada waktu tertentu. Siswa juga
bekerja dengan teman sebaya yang memiliki tingkat kesiapan sama dan
berbeda dengan dirinya. Siswa juga bekerja dengan teman sebaya yang sama
minatnya, kadang dengan teman sebaya yang berbeda minatnya.
- Adanya kolaborasi dan koordinasi
yang terus menerus antara guru kelas dan guru bidang studi.
- Guru dan siswa bekerja bersama
membangun komitmen untuk mewujudkan hasil belajar yang diharapkan.
- Penggunaan waktu yang fleksibel
dalam merespon proses dan hasil belajar siswa.
- Strategi pembelajaran yang
bervariasi, seperti pusat belajar, pusat pengembangan bakat dan minat dan
lain sebagainya.
- Siswa dinilai dengan berbagai cara
sesuai dengan pertumbuhan dan perkembangan setiap siswa.
E. Tantangan dalam pembelajaran
berdiferensiasi
Menyesuaikan
kebutuhan individu setiap siswa dalam kelas yang besar dapat menjadi tantangan.
Guru perlu mengelola waktu dan sumber daya dengan bijak untuk memberikan
pengalaman pembelajaran yang efektif untuk semua siswa.
F. Penerapan pembelajaran
berdiferensiasi di kelas
1.
Tentukan tujuan pembelajaran yang spesifik
untuk setiap siswa.
2.
Identifikasi kemampuan dan kebutuhan
individu siswa.
3.
Gunakan strategi pembelajaran berbeda
untuk membantu setiap siswa mencapai tujuan mereka.
G. Evaluasi keberhasilan pembelajaran
berdiferensiasi
Evaluasi keberhasilan pembelajaran berdiferensiasi dapat
dilakukan melalui observasi kelas, penilaian formatif, dan hasil tes siswa.
Guru juga dapat mengadakan sesi refleksi untuk mengevaluasi sejauh mana
kebutuhan individu siswa telah terpenuhi dalam proses pembelajaran.
H. Kesimpulan dan saran
Pembelajaran berdiferensiasi adalah metode yang efektif dalam
memenuhi kebutuhan individu siswa. Dengan mengadopsi strategi yang sesuai, guru
dapat menciptakan lingkungan belajar yang inklusif dan memberikan peluang bagi
semua siswa untuk berkembang secara optimal. Dalam menerapkan pembelajaran
berdiferensiasi, guru perlu mengelola tantangan yang mungkin timbul dengan
bijaksana.